RESUME MATERI PKKMB DAY 2
Perguruan Tinggi Di Era Digital Dan Revolusi Industri
Materi I
Ainun Najib
Ahli IT Indonesia
Tema:
Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
•Kuadran Era AI: Kreativitas X Kemanusiaan
1. AI HUMAN
2. HUMAN
3. AI
4. AI HUMAN+AI
Ada yang tidak bisa tidak bisa di tiru oleh AI yaitu kreativitas,rasa kemanusiaan.Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami transformasi besar dalam cara mereka berfungsi, mengajar, dan berinteraksi dengan mahasiswa serta masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek utama dari perubahan tersebut:
Pembelajaran Digital dan Online
Penggunaan platform e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel.
Mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, meningkatkan inklusivitas dan efisiensi.
Kurikulum Berbasis Teknologi
Integrasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) ke dalam kurikulum.
Pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0.
Revolusi Industri 4.0 dan Keterampilan Baru
Perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data.
•Fokus pada soft skills seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Infrastruktur Digital dan Infrastruktur Kampus
Peningkatan infrastruktur TI, seperti jaringan broadband cepat, laboratorium virtual, dan perangkat lunak kolaboratif.
Kampus digital yang mendukung aktivitas belajar dan penelitian.
Kolaborasi dan Kemitraan Global
Kemitraan dengan institusi internasional, perusahaan teknologi, dan startup untuk inovasi dan riset bersama.
Program pertukaran mahasiswa dan dosen secara virtual maupun fisik.
• Kita harus menerapkan Prinsip 5A
1. Adab(Akhlak digital dalam bertanya dan berpikir)
2. Akses(Teknologi harus memidahkan,bukan meminggirkan)
3. Amanah Data(Jaga data pribadi,minimalkan pil)
4. Akurasi(Verifikasi sumber,terutama dunia kesehatan)
5. Akuntabilitas(Catat di mana AI membantu dan ada batasnya)
Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Materi II
Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. - Wakil Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2024
Tema:
Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Pola Pikir Kritis: Generasi muda cenderung lebih kritis, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki idealisme yang tinggi. Ini adalah modal penting untuk menantang status quo dan budaya korupsi yang mengakar.
Agen Perubahan (Agent of Change): Sebagai generasi yang akan hidup lebih lama, generasi muda memiliki kepentingan langsung untuk mewarisi Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera, bebas dari praktik korupsi.
Integritas: Senjata Utama Generasi Muda
Integritas adalah fondasi utama perang melawan korupsi. Bagi generasi muda, integritas berarti:
Kejujuran: Selalu berkata jujur dan bertindak jujur, dalam situasi apapun, baik di depan umum maupun di ruang privat. Tidak ada "kebohongan putih" dalam konteks integritas.
Konsistensi: Antara kata dan perbuatan selalu sejalan. Prinsip yang dipegang tidak berubah bergantung pada situasi atau tekanan.
Tanggung Jawab: Memiliki rasa memiliki terhadap tugas dan peran. Menyelesaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya tanpa mengharap imbalan yang tidak semestinya.
Keadilan: Memperlakukan semua orang secara adil, tanpa pandang bulu, dan tidak menggunakan jabatan atau kekuasaan untuk keuntungan pribadi atau golongan.
Keberanian: Berani mengatakan "TIDAK" pada tawaran suap, gratifikasi, atau praktik koruptif lainnya. Berani melaporkan penyimpangan yang dilihat (whistleblowing).
Kemandirian: Tidak bergantung pada pemberian atau fasilitas yang tidak sah untuk mencapai tujuan. Berjuang dengan kemampuan sendiri.
Bagaimana Generasi Muda Menjadi Garda Terdepan Anti Korupsi?
Mulai dari Diri Sendiri:
Tanamkan Nilai Integritas: Jadikan integritas sebagai kompas dalam setiap tindakan, sekecil apapun. Jujur dalam ujian, tidak mencontek, tidak meminjam tanpa izin, mengembalikan barang temuan.
Tolak Praktik Kecil yang Mengarah ke Korupsi: Menolak pungutan liar (pungli), tidak menggunakan "jalur belakang" (koneksi) untuk mempercepat urusan, tidak memberi atau terima hadiah yang bisa mempengaruhi keputusan (gratifikasi).
Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaha An-Nadliyah
Materi III
KH Ma'ruf Khozin - Ketua Aswaja Center, PWNU
Jawa Timur
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) secara inheren diposisikan sebagai penerus dan pewaris tradisi keilmuan serta keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, mengingat universitas ini didirikan dan berafiliasi langsung dengan Nahdlatul Ulama (NU)—organisasi Islam terbesar di Indonesia yang menjadi rujukan utama paham Aswaja An-Nahdliyah. Berikut penjelasan mendalam mengenai peran dan karakteristik mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah:
1. Landasan Ideologis: Apa Itu Aswaja An-Nahdliyah?
Aswaja (Ahlusunnah wal Jama'ah): Merupakan paham keislaman yang mengikuti jejak generasi terbaik (salafus shalih) dalam beragama, berpegang pada Al-Qur'an, Hadis, Ijma Ulama, dan Qiyas.
An-Nahdliyah: Merujuk pada corak ke-NU-an yang menekankan keseimbangan (tawazun), moderasi (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan kemaslahatan (ishlah).
Ciri Khas:
Berada di tengah (bukan ekstrem kanan maupun kiri).
Menghormati keberagaman mazhab (terutama Syafi'iyyah dalam fiqih, Asy'ariyyah/Maturidiyyah dalam akidah, dan Al-Ghazali dalam tasawuf).
Mengutamakan dampak sosial dari pemahaman agama (fiqih sosial).
2. Peran Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah
a. Penjaga Tradisi Keilmuan
Mahasiswa UNUSA dididik untuk memahami dan mengamalkan khasanah keilmuan klasik NU (kitab kuning) dengan pendekatan kontekstual.
Contoh: Studi kitab seperti Ta'limul Muta'allim, Fathul Qorib, atau Uqudulujain yang menjadi rujukan etika dan ibadah dalam tradisi NU.
b. Agen Moderasi Beragama
Sebagai kader NU, mahasiswa UNUSA diarahkan untuk menjadi pelopor toleransi dan perdamaian:
Menolak radikalisme dan ekstremisme.
Membangun dialog antaragama dan budaya.
Menyebarluaskan Islam yang rahmatan lil 'alamin (kasih sayang untuk semesta).
c. Pejuang Kemaslahatan Sosial
Aswaja An-Nahdliyah mengutamakan amar ma'ruf nahi munkar melalui pendekatan yang bijak:
Terlibat dalam pemberdayaan masyarakat (ekonomi, pendidikan, kesehatan).
Mengadvokasi isu-isu kemanusiaan (lingkungan, kesetaraan gender, anti-korupsi).
Contoh: Kegiatan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Islam di UNUSA yang fokus pada sosial kemasyarakatan.
d. Inovator dalam Tradisi
Mahasiswa UNUSA didorong untuk mengadaptasi nilai-nilai Aswaja dalam konteks modern:
Mengembangkan teknologi dan startup berbasis nilai Islam.
Menyelesaikan masalah kontemporer (seperti hoaks, radikalisme online) dengan perspektif Aswaja.
Mempopulerkan budaya lokal (seperti gamelan, wayang) sebagai bagian dari dakwah kebudayaan NU.
3. Implementasi di Kampus UNUSA
Kurikulum: Mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, dan Aswaja An-Nahdliyah yang mengajarkan landasan teologis dan praktis.
Kegiatan Kemahasiswaan:
Majelis Taklim: Kajian kitab klasik dan kontemporer.
Lembaga Semi Otonom (LSO): Seperti PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) atau IPNU/IPPNU yang mengkader aktivis Aswaja.
Festival Budaya NU: Mengangkat tradisi seperti shalawatan, hadrah, dan dzikir.
Kolaborasi dengan NU: Mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan PBNU atau PWNU Jawa Timur, seperti Muktamar, Harlah NU, atau program sosial.
4. Tantangan bagi Generasi Aswaja An-Nahdliyah
Globalisasi dan Radikalisme: Menjaga identitas Aswaja di tengah arus pemikiran transnasional yang ekstrem.
Disrupsi Digital: Menyebarkan narasi Aswaja yang moderat di ruang maya yang rentan hoaks.
Relevansi Pemuda: Membuktikan bahwa Aswaja An-Nahdliyah adalah solusi bagi masalah modern, bukan sekadar warisan masa lalu.
5. Kesimpulan: Mahasiswa UNUSA sebagai "Generasi Harapan"
Mahasiswa UNUSA bukan sekadar penuntut ilmu, melainkan kader peradaban yang dituntut untuk:
Menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan pribadi.
Mengimplementasikan prinsip moderat, toleran, dan maslahah dalam bermasyarakat.
Informasi tambahan :
Nama : Dimas Abdi Pratama
Asal : Surabaya
Umur : 22
Prodi : S1 Keperawatan
Fakultas : Keperawatan dan Kebidanan
Saya sedang menempuh Pendidikan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Fakultas Keperawatan : https://fkk.unusa.ac.id
media sosial UNUSA :
Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
-iIInstagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official
Komentar
Posting Komentar